Minggu, 29 April 2012

Jenis-jenis jamban sehat

Nama                           :  Hendra
Nim                             :  A9.10.01.0019
Tugas                           :  Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair - B

Jamban adalah sarana pembuangan kotoran  manusia yang menjamin kesehatan dan tidak mencemari  lingkungan.Tempat pembuangan kotoran manusia merupakan hal yang sangat penting,dan harus selalu bersih,mudah dibersihkan,cukup cahaya dan cukup ventilasi,harus rapat sehingga terjamin rasa aman bagi pemiliknya,dan jaraknya cukup jauh dari sumber air (Indah Enjhang,2000).
Syarat-syarat jamban sehat yang memenuhi aturan kesehatan menurut Ehlers dan Stel (Indah Enjhang,2000) adalah:
  •   Tanah permukaan tidak boleh berkontaminasi.
  • Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air atau sumur. 
  •  Tidak boleh terjadi kontaminasi air permukaan.
  • Tinja tidak boleh terjadi kontaminasi air permukaan.
  • Tinja tidak boleh terjadi penanganan tinja segar,atau bila memang benar-benar diperlukan,harus dibatasi seminimal mungkin.
  • Jamban harus bebas dari bau atau kondisi yang tidak sedap di pandang.
  • Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal.
Macam-macam  jamban:
A. Jamban cubluk/cemplung
Tempat jongkok berada langsung di atas lubang penampungan kotoran dilengkapi tutup.Keuntungan dari jenis jamban cubluk/cemplung:
·         Dapat dibuat dengan biaya murah.
·         Dapat dibuat di setiap tempat di dunia.
B.  Aqua-Privy (Cubluk Berair)
Adalah jamban yang terdiri atas bak yang kedap air,di isi air di dalam tanah sebagai tempat pembuangan Excreta.Proses pembusukannya sama seperti hasil pembusukan Faeces dalam air kali.Untuk jamban ini agar berfungsi dengan baik,perlu pemasukan air setiap hari,baik sedang dipergunakan atau tidak.Bila airnya penuh dapat dialirkan ke sistem lain misalnya sumur resapan.


C.   Angsa trine (Leher angsa)
Adalah jamban yang closetnya berbentuk leher angsa sehingga akan selalu terisi air.Fungsi air ini gunanya sebagai sumbat sehingga bau busuk dari cubluk tidak tercium di ruangan rumah kakus.Bila dipakai,faecesnya tertampung sebentar dan bila disiram air,baru masuk ke bagian yang menurun untuk masuk ke tempat penampungannya.Keuntungannya:
·         Baik untuk masyarakat kota karena memenuhi syarat keindahan.
·         Dapat ditempat di dalam rumah karena tidak bau sehingga pemakaiannya lebih praktis.
D. Overlung Latrine (Jamban Empang)
Adalah jamban yang dibagun diatas empang,sungai ataupun rawa.Jamban model ini ada yang kotorannya tersebar begitu saja,yang biasanya dipakai untuk makanan ikan.
Kerugian: Faeces mengotori air permukaan sehingga bibit penyakit yang terdapat di dalamnya dapat tersebar kemana-mana dengan air yang dapat menimbulkan wabah.
E.   Jamban Plengsengan
Jamban ini, perlu air untuk menggelontor kotoran. Lubang jamban perlu juga ditutup.
F.   Kakus Kimia
Merupakan Instalasi pembuangan tinja yang efisien dan memenuhi semua kriteria jamban saniter tersebut diatas.Faeces ditampung dalam suatu bejana yang berisi caustic soda sehingga dihancurkan sekalian didensifeksi.Sebagai pembersih tidak dipergunakan air,tetapi dengan kertas (toilet paper).
G.   Kakus Sopa Sandas
§  Kakus ini salah satu variasi dr kakus India.
§  Tempat penampungan berupa lubang yg digali tdk terlalu dalam, diletakkan langsung di bwh lubang kakus tetapi diluar bgn kakus.
§  Lubang kakus dihubungkan dgn pipa (paralon atau besi)
§  Tempat penampungan kotoran ditutup dgn tutup yg berengsel, utk mengambil kotoran & mencegah serangga masuk
Ø  PENGGUNAAN :
ü  Jongkok diatas lubang utk melaksanakan hajat
ü  Setelah selesai guyur dgn air secukupnya, pemakaian air tdk boleh berlebihan agar kotoran dlm bak tetap kering
ü  Bak penampung setiap saat ditaburi tanah atau abu sgb penyerap air.
ü  Apabila sdh penuh, pemakaian dihentikan & diganti sebelahnya
ü  Kotoran ditutup rapat & dijaga dlm keadaan kering utk waktu tertentu sampai mjd kompos/pupuk

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar